
Apakah sebenarnya arti kata “harapan”? Seberapa pentingkah “harapan” itu?
Manusia yang hidup tanpa harapan, sama saja seperti seseorang yang sedang berjalan di jalan yang panjang tanpa rambu-rambu, tanpa penunjuk jalan, dan tanpa rasa pasti apa yang ada di ujung jalan tersebut. Apakah kita bisa terus berjalan di jalan yang seperti itu?
Untuk beberapa saat mungkin ya, tapi pasti kita akan merasa lelah, dan mencoba melihat apakah ada jalan lain yang lebih jelas, dan apabila ada jalan lain yang bisa memberikan harapan maka kita akan memikirkan untuk beralih memilih jalan lain tersebut daripada terus bersabar menyusuri jalan yang sama sekali tidak kita ketahui akhirnya.
Sayangnya saat ini aku masih menyusuri jalan panjang yang tidak jelas tanpa rambu2 ini. Saat ini aku mulai lelah, namun kau tak memberitahu apa yang akan aku dapatkan di ujung jalan ini. Satu-satunya yang membuatku terus bertahan di jalan ini adalah karena rasa sayangku padamu. Aku ingin, ingin sekali meneruskan jalanku di sini, tapi aku mulai lelah dan putus asa. Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku lakukan.
Harapanku saat ini adalah kau akan memberitahuku akhir dari jalan ini atau aku akan berhenti untuk berusaha mencari jalan yang lain yang bisa memberikanku harapan. Aku harap kau bisa mengerti.
Memang benar kita tidak akan pernah tahu apakah kita akan sampai di ujung jalan lain itu ataukah sebelum kita sampai pada ujung jalan itu kita akan menemui berbagai halangan atau atau yang lain…
Namun apabila aku menemukan jalan lain dengan harapan itu aku akan memilih untuk menyusurinya. Aku akan berusaha untuk bisa mencapai ujung jalan tersebut dan meraih harapan yang menantiku di sana. Aku benarbenar berharap Tuhan akan memberikan petunjuk jalan mana yang harus aku tempuh.
Menantikan harapan itu menjadi kenyataan membutuhkan ketekunan, mengerjakan semua dengan sabar, dan menahan diri untuk tidak berbuat diluar kontrol. Pada ahirnya keteguhan hati akan menjadi jawaban dari hal-hal kita nantikan. Jalan-jalan yang kita tempuh akan berujung pada sebuah harapan yang menjadi nyata, saat dimana kita menemukan tujuan yang sebenarnya tanpa meragukan sedikitpun apa yang sudah kita capai.
Kontras dalam kehidupan kita sebagai manusia, Tuhan seringkali mengucapkan kata "teguh". Teguh dalam menanti-nantikan janjiNYa 'kan digenapi, teguh dalam mengerjakan tanggung jawab, bahkan teguh dalam mengerjakan keselamatan yang sudah dianugerahkanNYa bagi kita.
Apa yang menjadi harapan orang Kristen? Sebelum merenungkan harapan anak-anak Tuhan, marilah kita lihat bagaimana iman sebagai orang-orang Kristen. Dalam Surat Ibrani 11:1 tertulis “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”.
Demikianlah seharusnya harapan orang Kristen didasarkan. Iman itu akan melindungi kita dalam menghadapi berbagai pencobaan hidup. Iman itu pula yang menuntun kita untuk setia dan menjaga ketaatan kita kepada Tuhan sambil menantikan penggenapan dari janji-janji-Nya.
Ahirnya dalam segala hal, "Teguh" adalah kunci untuk mencapai semua harapan yang terbentang didepan.
Ketika kita bertemu dengan sebuah jalan yang tidak menentu atau sebuah permasalahan yang sepertinya tidak ada solusinya, tetaplah kerjakan semua dengan teguh, niscaya didepan pasti ada terang, asal saja kita mampu dan bertahan didalam keteguhan hati kita.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar